Pergelaran Wayang Kulit Semalam Penuh dalam Rangka Milad Muhammadiyah Ke 102

Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gombong, beserta keluarga besar amal usaha Muhammadiyah, organisasi otonom Muhammadiyah mengucapkan banyak terima kasih kepada bupati kepala daerah tingkat II kabupaten Kebumen Bapak H. Buyar Winarso, SE beserta staf atas :

  1. Pemenuhan undangan pada acara tabligh akbar bersama ustad H.Abdul Azis, SAg dan kehadirannya pada pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh ki dalang H. Manteb (oyee) Sudarsono dan bintang tamu lawak: Dikin, Hj.Yati Pesek, Gareng Ngesti Pandowo  dengan lakon: Turunnya wahyu jamus kalimosodo.
  2. Bantuan sokongan dan dukungan penyelesaian perijinan rencana pembangunan mini market Muhammadiyah

Dalam rangka gebyar milad Muhammadiyah ke 102 membangun karakter utama untuk kemandirian dan kemajuan bangsa di lapangan manunggal gombong pada tanggal, 12-13 november 2011. Semoga Bapak terus dapat mengemban amanah dalam melaksanakan tugas-tugas pembangunan dan tugas umum pemerintahan guna meningkatkan kesejahteraan rakyat, amien.

Gombong, 14 november 2011

3 Responses to Pergelaran Wayang Kulit Semalam Penuh dalam Rangka Milad Muhammadiyah Ke 102

  1. Choirul z Mushohib berkata:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Tradisi wayang, awalnya dari kaum pagan/hindu/budha. Maka di era seperti sekarang ini sudah selayaknya kita tinggalkan. itu termasuk tasyabbuh. Saya prihatin dgn acara yg digelar PCM Gombong ini. Supaya jadi koreksi kita semua , segenap warga Muhammadiyah u berdakwah pd rel yang lurus. Tdk perlu mengadakan perayaan yg sampe semalam suntuk. Trus shalat tahajud jadi jam berapa ?????

    Masih banyak kegiatan lain yg lebih bermanfaat daripada hanya wayang/wayang kulit…..

    Demikian, trima kasih..

    Choirul Z Mushohib..Muhammadiyah Ranting Bebekan Cabang Sepanjang Sidoarjo Jawa Timur.

    HP. 081335541259 (bagi rekan2 warga Muhammadiyah Gombong yg tdk terima, bisa telpon saya)

  2. imam berkata:

    Terima kasih saudaraku Choirul z Mushohib dengan hati tulus ikhlas sekali lagi saya ucapkan terima kasih menurut saya bagaimanapun wayang adalah karya sastra sangat-sangat besar dari penyebar islam di tanah jawa yang dimuliakan Allah Sunan Kalijaga, yang oleh sebagian besar umat islam sendiri sudah banyak melalaikannya bahkan meremehkan dan menganggap kecil. Wayang yang ditampilkan oleh Muhammadiyah dengan dalang Haji Manteb Sudarsono penuh garapan serta sentuhan nuansa dakwahnya yang sarat penyampaian informasi membuka pencerahan dalam rangka juga misi membangun karakter utama menuju kemandirian dan kemajuan bangsa , kita mesti masih perlu banyak belajar sebagaimana dicontohkan karakter-karakter utama dalam pewayangan yang selalu mengalahkan karakter Angkara Murka serta Nafsu Syahwat Syaiton yang senantiasa mengajak kehancuran.

  3. agus jumali berkata:

    berfikir sederhana saja, daripada wayang diambil agama lain lebih baik kita ambil, toh ga ada ruginya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *