Category Archives: Tarjih Tabligh dan Dakwah Khusus

Selamat Idul Fitri 1433H

Khotbah Idul fitri 1433 H di Lapangan Turonggo wulung SECATA,

oleh: K.H. Abduh Hisyam, S. Ag, M. Si

Metode Menghapal Al Quran

METODE MENGHAFAL AL QURAN
YANG MENYENANGKAN PADA ANAK USIA DINI

“Yang paling baik di antara kalian adalah yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya”. (HR. Al-Bukhari). Hadist ini menjelaskan keutamaan belajar dan menghafal Al Qu’an. Anak-anak sejak usia dini diberikan pengajaran Al Quran dengan metode pengajaran Al Quran yang sesuai dengan psikologi perkembangan anak dan menyenangkan.
Pengajaran Al Quran yang dilakukan adalah :
1. Kegiatan pembuka dengan permainan konsentrasi.
Tujuan permainan konsentrasi ini agar anak siap untuk menghafal. Permainan konsentrasi yang dilakukan dengan posisi anak duduk melingkar. Kemudian bersama-sama menyanyikan “Permainan konsentrasi. Aku dulu baru kamu. Tidak boleh diulangi. Nama-nama …hewan”. Anak-anak bergantian menyebutkan nama hewan, tetapi mereka tidak boleh menyebutkan nama hewan yang sudah disebutkan temannya. Bila menyebutkan nama hewan yang sudah pernah disebut maka permainan berakhir. Permainan diulang lagi dengan menyebutkan nama-nama buah, atau yang lain sesuai tingkat pemahaman anak-anak. Untuk TK A temanya adalah nama-nama bunga, warna dan tumbuhan, sedangkan untuk TK B temanya dapat yang lebih rumit seperti nama-nama kota, negara, dan pekerjaan. Permainan ini dilakukan 2 atau 3 kali sehingga anak-anak gembira dan siap menghafal.

2. Arti nama surat dengan gambar, gerakan tangan dan tepuk surat.
Anak-anak mengetahui nama surat yang sedang dihafal, seperti misalnya An Nass artinya manusia, Al Falaq artinya waktu subuh, dan Al Ikhlas artinya keesaan Allah. Cara menghafal antara lain dengan :

• Gambar : Untuk surat An Nass kita gambar orang, untuk surat Al Falaq kita gambar matahari yang sedang terbit, dan untuk surat Al Ikhlas kita gambar angka 1.

• Gerakan tangan : Untuk surat An Nass kita mengusap kepala dari atas sampai data, untuk surat Al Falaq kita membuka dan menutup tangan seolah matahari yang sedang terbit, dan untuk surat Al Ikhlas jari telunjuk kita kedepan dan jari yang lain menggenggam menunjuk angka 1.

• Tepuk surat : Kita bernyanyi dengan tepuk tangan “An Nass prok prok prok manusia, Al Falaq prok prok prok Waktu Subuh, Al Ikhlas prok prok Keesaan Allah”.

3. Menceritakan inti surat yang sesuai dengan pemahaman anak-anak dan yang biasa mereka temui sehari-hari.
An Nass artinya manusia, Ibu guru manusia, kamu manusia dan orang tua kamu manusia. Kucing bukan manusia, kursi bukan manusia dan pohon bukan manusia. Manusia harus tunduk kepada Allah yang menciptakan manusia. Al Falaq artinya waktu subuh. Waktu ada pagi, siang dan malam. Subuh adalah dari waktu malam ke pagi. Saat itu keadaannya gelap dan dingin. Al Ikhlas artinya Keesaan Allah, kita beribadah hanya kepada Allah. Tidak boleh menyembah pohon, api atau yang lain. Allah itu hanya satu. Allah itu Maha Esa.

4. Mengucapkan satu kata, anak-anak mengulangi sampai hafal.
Misalnya ketika menghafal surat An Naas, kita mengucapkan “Qul…”, anak-anak mengulangi kata “Qul” sampai hafal, kurang lebih 3 kali mengucapkannya. Kemudian kita mengucapkan “audzu…” anak-anak mengulangi 3 kali. “Birob…” anak-anak mengulangi, “bin nass…. “.

5. Menggabungkan kata menjadi kalimat, anak-anak mengulangi sampai hafal.
Kata demi kata yang dihafal digabungkan sesuai kaidah bahasa Arab. Misalnya untuk ayat pertama An Naas adalah Qul audzu dan bi robbin Nass.

6. Mengucapkan satu ayat, anak-anak mengulangi sampai hafal.
Kita mengucapkan satu ayat lengkap dan anak-anak mengulang sampai hafal.

7. Mengucapkan satu persatu ayat Al Qur’an hingga satu surat, anak-anak mengikuti sampai hafal.

8. Kegiatan penutup dengan meloncat dan mengucapkan alhamdulillah karena sudah menghafal Al Qur’an. Kegiatan penutup ini untuk merayakan bahwa kita sudah menghafal Al Quran. Kita menceritakan bahwa orang yang menghafal Al Quran diberi kehormatan oleh Allah sesuai hadist Nabi. Dari Abi Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda: :”Penghafal Al Quran akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Quran akan berkata: Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan), Al Quran kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu diapakaikan jubah karamah. Kemudian Al Quran memohon lagi: Wahai Tuhanku ridhailah dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu: bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan” (Hadits diriwayatkan oleh Tirmizi dan ia menilainya hadits hasan (2916), Ibnu Khuzaimah, al hakim, ia meninalinya hadits sahih, serta disetujui oleh Adz Dzahabi(1/533).) Bahkan bukan kita saja, tetapi orang tua kita diberi penghormatan oleh Allah. Dari Buraidah ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang membaca Al Quran, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikanlah mahkota dari cahaya pada hari kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini: dijawab: “Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Quran” (Hadits diriwayatkan oleh Al Hakim dan ia menilainya sahih berdasarkan syarat Muslim (1/568), dan disetujui oleh Adz Dzahabi. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ahmd dalam Musnadnya (21872) dan Ad Darimi dalam Sunannya (3257).)

Demikianlah kurang lebih pembelajaran Al Qur’an yang dilakukan. Diharapkan kegiatan ini tidak membosankan bagi anak sehingga anak semangat untuk menghafal Al Quran. Wallahu alam bishowaf
sumber:http://www.tamyizonline.com/