Monthly Archives: Maret 2013

Kisah Nyata dari Jepang (Sebuah Resensi)

 

jurnalistik

 

Judul Buku                                      : Totto Chan Gadis Kecil di Jendela

Penulis                                              : Tetsuko Kuroyanagi

Penerbit                                           : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit cetakan ke-7      :2010

ISBN                                                  : 978-979-2-3655-2

Dimensi                                           :14×20 cm

Diskripsi                                          :

Tetsuko Kuroyanagi adalah seorang penulis dari Negeri Matahari terbit, Jepang, yang berusaha untuk membagi kisahnya di waktu kecil yang luar biasa sehingga dia dapat menemukan jati dirinya yang sesungguhnya.

Novel ini diawali dari seorang gadis cilik bernama Totto Chan yang dikeluarkan dari sekolahnya ketika dia baru mengikuti pembelajaran selama satu minggu. Totto Chan dianggap sebagai anak yang nakal dan suka membuat guru menjadi pusing akan tingkahnya. Bagaimana tidak, dalam satu hari Totto Chan membuka dan menutup mejanya ratusan kali dan berdiri disamping jendela selama jam pelajaran. Bukan hanya itu, Totto Chan juga memanggil para pemain musik jalanan untuk bermain dari luar jendela ketika pelajaran masih berlangsung. Hal semacam itulah yang dianggap oleh para guru di sekolah itu sebagai sesuatu yang menyimpang sehingga Totto Chan harus mencari sekolah lain.

Beruntung Totto Chan mempunyai mama yang penyabar dan bijaksana. Mama Totto Chan berusaha mencari sekolah yang terbaik untuk putrinya dan berharap sekolah tersebut mau menerima Totto Chan. Setelah mencari kesana kemari sekolah yang kira-kira cocok untuk putrinya, akhirnya mama menemukan sebuah sekolah yang bernama Tomoe Gakuen.

Tomoe Gakuen adalah sekolah yang sangat berbeda dengan sekolah-sekolah lainnya. Ruang kelas bukan berupa tembok-tembok yang terbuat dari batu bata, akan tetapi berupa gerbong-gerbong kereta api bekas. Pertama kali datang ke sekolah itu Totto Chan sangat kagum dan tidak sabar untuk belajar di Tomoe Gakuen. Dan di Tomoe Gakuen lah Totto Chan dapat menemukan hal-hal luar biasa dalam hidupnya.

Kemampuan Tetsuko Kuroyanagi dalam menceritakan dirinya saat kecil dengan bahasa yang sederhana dan juga jenaka adalah kekuatan dari novel ini. Tokoh Totto Chan yang  merupakan panggilan kecil Tetsuko Kuroyanagi adalah sosok gadis cilik yang mempunyai rasa ingin tahu yang besar, selalu ingin mencoba hal-hal baru, polos, periang, setia kawan dan cerdas. Pencitraan sifat dan karakter yang kuat inilah yang membuat novel ini menarik.

Novel ini mempunyai keistimewaan lain. Selain menceritakan kisah gadis cilik yang menggemaskan, novel ini juga mempunyai pesan-pesan tersirat dalam dunia pendidikan. Bagaimana baiknya orang tua memperlakukan seorang anak dan juga bagaimana seorang guru dapat menjadi mitra yang baik bagi muridnya. Karena kesuksesan seorang anak juga bergantung pada lingkungan yang mempengaruhinya.

Kelemahan dari novel ini adalah pendeskripsian suasana yang terjadi pada saat itu kurang dapat dipahami. Selain itu di dalam novel ini tidak ada konflik yang berarti sehingga terkesan datar. Akan tetapi hal tersebut tidak mengurangi keunggulan novel ini yang penuh dengan pesan-pesan dalam dunia pendidikan.

Jika Anda membaca novel ini, Anda akan dapat masuk kedalam dunia anak sehingga Anda akan dapat lebih memahami tentang anak-anak sehingga novel ini sangat cocok untuk dibaca para calon  pendidik, baik pendidik dalam arti luas maupun dalam arti sempit. Novel ini mampu membuat pembacanya terus tertarik hingga akhir cerita. Karena itu cobalah membaca novel ini dan nikmatilah cerita yang dibawakannya.

 

 

 

Out Bound SD Kreatif Muhammadiyah IGombong

Salah satu kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh siswa siswi SD Kreatif Muhammadiyah I Gombong adalah out bound. Pada Hari Sabtu tanggal 23 Maret siswa siswi kelas I & II mengadakan Out Bound ke Baturaden. Pembelajaran di luar sekolah ini sangat membantu agar siswa lebih mengenal kehidupan sosial dan lingkungan. Dengan transportasi Bus Efisiensi para siswa siswi berangkat ke Baturaden beserta guru pendamping. Rombongan kami berangkat dari Gombong pukul 07.00WIB. Jumlah siswa siswi yang mengikuti Out Bound sejumlah 50 siswa dan 10 guru pendamping. Setelah 2 jam perjalanan akhirnya kami sampai di obyek wisata Baturaden.