Monthly Archives: Juli 2012

Seri Pendidikan 1

INTERNALISASI PENDIDIKAN KARAKTER
DI SEKOLAH
Oleh :
Drs. Agus Mohammad Jumali, M. Pd.

A. DASAR HUKUM
1. Undang-Undang Dasar 1945.
2. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
3. Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
4. Permendiknas No. 39 Tahun 2008 Tentang Pembinaan Kesiswaan.
5. Permendiknas No. 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi.
6. Permendiknas No. 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan.
7. Rencana Pemerintah Jangka Menengah Nasional 2010 – 2014.
8. Renstra Kemendiknas Tahun 2010 – 2014.
9. Renstra Direktorat Pembinaan SMP Tahun 2010 – 2014.

B. TUJUAN
Tujuan pendidikan karakter adalah penanaman nilai dalam diri siswa dan pembaruan tata kehidupan bersma yang lebih menghargai kebebasan individu. Tujuan jangka panjangnya tidak lain adalah mendasarkan diri pada tanggapan aktif kontekstual individu atas impuls natural social yang diterimanya, yang pada gilirannya semakin mempertajam visi hidup yang akan diraih lewat proses pembentukan diri secara terus menerus (on going formation).
Pendidikan karakter juga bertujuan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang sesuai dengan standar kelulusan. Melalui pendidikan karakter, dihatapkan peserta didik mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasi serta mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari.
Pendidikan karakter, pada tingkat institusi, mengarah pada pembentukan budaya sekolah, yaitu nilai-nilai yang melandasi perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian, dan symbol-simbol yang dipraktekkan oleh semua warga sekolah dan masyarakat sekitar. Budaya sekolah merupakan cirri khas, karakter atau watak, dan citra sekolah tersebut di mata masyarakat luas.

C. NILAI-NILAI KARAKTER
1. Nilai Karakter dalam Hubungannya dengan Tuhan.
Nilai ini bersifat religious. Dengan kata lain, pikiran, perkataan, dan tindakan seseorang diupayakan selalu berdasarkan pada nilai-nilai ketuhanan dan/atau ajaran agama.
2. Nilai Karakter Hubungannya dengan Diri Sendiri.
a. Jujur.
Jujur atau kejujuran merupakan perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan diri sebagai orang yang selalu dapat dipercaya. Hal ini diwujudkan dalam hal perkataan, tindakan dan pekerjaan, baik terhadap diri sendiri maupun pada pihak lain.
b. Bertanggung Jawab.
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, sebagaimana yang seharusnya ia lakukan terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, social dan budaya), Negara dan Tuhan Yang Maha Esa.
c. Bergaya Hidup Sehat.
Segala upaya untuk menerapkan kebiasaan yang baik dalam menciptakan hidup yang sehat dan menghindarkan kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan.
d. Disiplin.
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada ketentuan dan peratutran.

e. Kerja Keras.
Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan guna menyelesaikan tugas (belajar/pekerjaan) dengan sebaik-baiknya.
f. Percaya Diri.
Sikap yakin akan kemampuan diri sendiri terhadap pemenuhan tercapainya setiap keinginan dan harapannya.
g. Berjiwa Wirausaha.
Sikap dan perilaku yang mandiri dan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.
h. Berfikir Logis, Kritis, Kreatif dan Inovatif.
Berfikir dan melakukan sesuatu secara nyata atau logika untuk menghasilkan cara atau hasil baru dan mutakhir dari sesuatu yang dimiliki.
i. Mandiri.
Sikap dan perilaku yang tidak mudah bergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
j. Ingin Tahu.
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajari, dilihat dan didengar.
k. Cinta Ilmu.
Cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap pengetahuan.
3. Nilai Karakter Hubungannya dengan Sesama.
a. Sadar Hak dan Kewajiban Diri dan Orang Lain.
Sikap tahu dan mengerti serta melaksanakan sesuatu yang menjadi milik atau hak diri sendiri dan orang lain, serta tugas atau kewajiban diri sendiri dan orang lain.
b. Patuh pada Aturan-aturan Sosial.
Sikap menurut dan taat terhadap aturan-aturan berkenaan dengan masyarakat dan kepentingan umum.

c. Menghargai Karya dan Prestasi Orang Lain.
Menghargai karya dan prestasi orang lain merupakan sikap dan tindakan yang mendorong diri untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat. Serta mengakui dan menghormati keberhasilan orang lain.
d. Santun.
Santun merupakan sifat yang halus dan baik dari sudut pandang tata bahasa maupun perilakunya kepada semua orang.
e. Demokratis.
Cara berpikir, bersikap dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban diri sendiri dan orang lain.
4. Nilai Karakter Hubungannya dengan Lingkungan.
Nilai ini berkaitan dengan kepedulian terhadap social dan lingkungan. Nilai karakter tersebut berupa sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya. Selain itu, mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi dan selalu ingin member bantuan bagi orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
5. Nilai Kebangsaan.
a. Nasionalis.
Cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, social, budaya, ekonomi dan politik bangsanya.
b. Menghargai Keberagaman.
Sikap memberikan respek atau hormat terhadap berbagai macam hal, baik yang berbentuk fisik, sifat, adat, budaya, suku maupun agama.

D. URGENSI PENDIDIKAN KARAKTER
Pendidikan karakter menjadi kebutuhan mendesak mengingat demoralisasi dan degradasi pengetahuan yang sudah sedemikian akut menjangkiti bangsa Indonesia di semua lapisan masyarakat. Pendidikan karakter diharapkan mampu membangkitkan kesadaran bangsa ini untuk membangun pondasi kebangsaan yang kokoh.
Melalui Kementerian Pendidikan Nasional, Pemerintah sudah mencanangkan penerapan pendidikan karakter untuk semua tingkat pendidikan, dari SD hingga perguruan tinggi.munculnya gagasan program pendidikan karakter dalam dunia pendidikan di Indonesia dapat dimaklumi, sebab selama ini dirasakan proses pendidikan ternyata belum berhasil membangun manusia Indonesia yang berkarakter. Banyak yang menyebut bahwa pendidikan telah gagal membangun karakter. Banyak lulusan sekolah dan sarjana yang pandai dalam menjawab soal ujian dan berotak cerdas, tetapi mentalnya lemah dan penakut, serta perilakunya tidak terpuji. Inilah yang mendesak lahirnya pendidikan karakter.

E. PILAR PENDIDIKAN KARAKTER
Menurut Suparlan, pendidikan karakter meliputi 9 (Sembilan) pilar yang saling kait mengait, yaitu :
1. Responsibility (tanggung jawab).
2. Respect (rasa hormat).
3. Fairness (keadilan).
4. Courage keberanian).
5. Honesty (kejujuran).
6. Citizenship (kewarganegaraan).
7. Self-discipline (disiplin diri).
8. Caring (peduli).
9. Perseverance (ketekunan).
Suyanto juga menyebutkan Sembilan pilar karakter yang berasal dari nilai-nilai luhur universal manusia, yang kelihatan sedikit berbeda dengan sembilan pilar sebelumnya, yaitu :
1. Cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya.
2. Kemandirian dan tanggung awab.
3. Kejujuran atau amanah.
4. Hormat dan santun.
5. Dermawan, suka tolong menolong, dan gotong royong atau kerja sama.
6. Percaya diri dan pekerja keras.
7. Kepemimpinan dan keadilan.
8. Baik dan rendah hati.
9. Toleransi, kedamaian dan kesatuan.
SD Westwood menekankan pentingnya enam pilar yang akan dikembangkan dalam pendidikan karakter, yaitu :
1. Trustworthiness (rasa percaya diri)
2. Respect (rasa hormat).
3. Responsibility (rasa tanggung jawab).
4. Caring (rasa kepedulian).
5. Citizenship (rasa kebangsaan).
6. Fairness (rasa keadilan).

F. PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN KARAKTER
Pendidikan karakter harus didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut :
1. Mempromosikan nilai-nilai dasar etika sebagai basis karakter.
2. Mengidentifikasi karakter secara komprehensif supaya mencakup pemikiran, perasaan, dan perilaku.
3. Menggunakan pendekatan yang tajam, proaktif dan efektif untuk membangun karakter.
4. Menciptakan komunikasi sekolah yang memiliki kepedulian.
5. Member kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan perilaku yang baik.
6. Memiliki cakupan terhadap kurikulum yang bermakna dan menantang yang menghargai semua peserta didik, membangun karakter mereka, dan membantu mereka untuk sukses.
7. Mengusahakan tumbuhnya motivasi diri pada para peserta didik.
8. Memfungsikan seluruh staf sekolah sebagai komunitas moral yang berbagi tanggung jawab untuk pendidikan karakter dan setia pada nilai dasar yang sama.
9. Adanya pembagian kepemimpinan moral dan dukungan luas dalam membangun inisiatif pendidikan karakter.
10. Memfungsikan keluarga dan anggota masyarakat sebagai mitra dalam usaha membangun karakter.
11. Mengevaluasi karakter sekolah, fungsi staf sekolah sebagai guru-guru karakter, dan manifestasi karakter posistif dalam kehidupan peserta didik.

G. INDIKATOR KEBERHASILAN PENDIDIKAN KARAKTER
Keberhasilan pendidikan karakter dapat diketahui melalui pencapaian beberapa indicator berikut :
1. Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahapan perkembangan remaja.
2. Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri.
3. Menunjukkan sikap percaya diri.
4. Mematuhi aturan-aturan social yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas.
5. Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan social ekonomi dalam lingkup nasional.
6. Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis, kritis dan kreatif.
7. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inofatif.
8. Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
9. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
10. Mendiskripsikan gejala alam dan social.
11. Memanfaatkan lingkungan secara bertanggung jawab.
12. Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam Negara kesatuan Republik Indonesia.
13. Menghargai karya seni dan budaya nasional.
14. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya.
15. Menerapkan hidup bersih, sehat, bugar, aman dan memanfaatkan waktu luang dengan baik.
16. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun.
17. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat, menghargai adanya perbedaan pendapat.
18. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana.
19. Menunjukkan ketrampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana.
20. Menguasai pengetahan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah.
21. Memiliki jiwa kewirausahaan.

Agenda Ramadhan Takmir Masjid As Syifa

Takmir Masjid As Syifa RS PKU-Stikes Muhammadiyah Gombong menggelar sejumlah kegiatan selama bulan Ramadhan. Kegiatan Ramadhan 1433 Hijriyah sebagai berikut: Sholat fardhu dan Tarawih berjamaah, Pengajian tiap jumat Pagi, Pengajian dan Buka bersama bareng kaum Dhuafa, Menyediakan Ta’jid dan Ifthor Bagi Keluarga Pasien dan Pengunjung Masjid Assyifa, Pelatihan terjemah Al Quran metode Tamyiz dalam waktu 24 jam bisa terjemah Al Quran, Pengajian Nuzulul Quran 14 Agustus 2012 jam 16.00 dan buka bersama, Pemberian tali Asih kaum Dhuafa (Abang Becak dan Pedagang Asongan) sekitar RS PKU-Stikes Muhammadiyah Gombong, I’tikaf Kajian Hadist Arba’in.

Dengan agenda tersebut.. kaum muslimin disekitar RS PKU-Stikes Muhammadiyah Gombong dapat mengikuti kegiatan tersebut untuk meningkatkan amalnya di bulan Suci Ramadhan.